Di negara lain sudah ada yang membolehkan pelanggan telepon untuk pindah operator tanpa mengganti nomor teleponnya.
Bagaimana pendapat rekan-rekan soal ini? Bisakah di Indonesia?![]()
Di negara lain sudah ada yang membolehkan pelanggan telepon untuk pindah operator tanpa mengganti nomor teleponnya.
Bagaimana pendapat rekan-rekan soal ini? Bisakah di Indonesia?![]()
... .. .... .. .:. .... ..: .::: .: :.
Waduh setuju banget nich kalo bener dijalankan, sedari dulu gw dah mau cabut ganti nomor XPLOR ke yang lain... pelayanannya makin kesini makin buruk dan buruh tidak sebening kaca lagi. Mana susah kali untuk telepon..... BRTI segera implementasikan ini ! Sudah bosan nich sama operator kelas monyet = operator kelas kambing seperti iklannya ! Sayang aja nomor gw udah kesebar kemana-mana !
HMmh...Rasanya sudah tak sabar lagi menunggu ganti operator![]()
di satu sisi asyik sih, ngga perlu repot ngurusin administrasi pribadi (misal: ngirim notifikasi bahwa nomor ganti), tapi di sisi lain apa ngga bakal terjadi kebingungan?
soalnya selama ini kan dari nomor2 yang ada, kita bisa tahu operatornya, misalnya:
0811 = Halo
0812, 0813 = Simpati
0856 = IM3
0817, 0818 = XL
dll....
nah, misalnya nomornya 0811 tapi operatornya AXIS misalnya, apa ngga pusing tuh?
GBU.
gw lebih melihat dari sisi konsumen, yang penting dapat tarif murah tanpa harus ganti2 nomer serta service dan kualitas produk yang baik.
dengan perang harga seperti sekarang, buat pelanggan pasca bayar seperti saya, lebih sering gigit jari lihat promo dari telkomsel. bayar lebih mahal, tapi ga dapat apa2.
do you think what i think?
Seru juga..... Tapi apa iya dengan banyaknya operator di Indonesia, pemerintah sebagai regulator mampu mengatasi sistem pentarifan yang sudah ada sekarang. Apalagi dengan angka gonta - ganti kartu yang masih tinggi.
Menurut saya, pemerintah lebih baik mengawasi operator-operator yang terlalu banyak mengumbar janji-janji dengan tarif promosi. Karena efeknya akan berpengaruh terhadap angka kesuksesan untuk panggilan keluar pada waktu-waktu tertentu.
Tapi apabila hal ini belum bisa dilaksanakan oleh pemerintah, program number portability akan menjadikan bumerang bagi pemerintah dan operator itu sendiri. Karena masyarakat kita terlalu terpengaruh terhadap tarif-tarif promosi bukan kualitas pelayanan.
Contoh saja, apabila pelanggan A pakai operator B, lalu operator A ada tarif promosi, dan pelanggan A akan mengajukan number port ke operator A dengan alasan lebih murah dari operator B. Mungkin kalau tarif itu berlaku selamanya dan pelayananannya lebih baik dari operator B, dan si pelanggan bertahan dalam jangka waktu tertentu, saya kira gak ada masalah. Tapi seandainya apabila pelayananannya buruk dan tarif yang berlaku hanya untuk 3-6 bulan kedepan, bukannya itu merugikan si pelanggan sendiri?? Apalagi kalau kalau tiap bulan operator-operator yang ada saat ini mengadakan promosi tiap bulan, apa ini nggak bisa di salah gunakan oleh pelanggan itu sendiri??
Sekedar masukan bagi pemerintah saja, apabila number portability benar-benar di jalankan di Indonesia, saya berharap pemerintah mempertimbangkan hal-hal sbb:
1. Setiap operator di haruskan saling meng-crosscheck data serta penggunaan setiap pelanggan yang mengajukan number port.
2. Pemerintah harus dan kudu wajib menegaskan bahwa jangka waktu minimum 1-2 tahun sebelum pelanggan mengajukan number port yang baru.
Sbg konsumen setuju sekali bisa pindah operator dgn nomor tetap . . .
Sebagai calon konsumen mau nanya sama pemerintah apakah dengancara ini bisa membuat operator membangun jaringan dikampung nenek saya atau calon konsumen lainnya ? atau dengan bahasa canggihnya memeratakan penyebaran infrastucture telco ?
ini yg ditunggu2. kalo sistem ini bisa berjalan, otomatis para operator musti bersaing dan berinovasi untuk menjadi yg terbaik biar langganannya pada ga kabur ke operator laen. nomor yg kita pake pun ga perlu gonta ganti kalo mo pindah pake service operator laen. repot ah kasih2 pengumuman ke sekian banyak orang yg uda kenalin nomor hp yg identik dgn kita selama ini.